Padahal, Kido/Hendra sudah berhasil melewati kutukan All England karena tahun ini berhasil lolos ke babak empat besar. Sebelumnya, peraih medali emas Olimpiade Beijing ini selalu gagal pada babak-babak awal. Maka dari itu, tak mengherankan jika pasangan unggulan ketiga ini punya impian yang sangat besar untuk meraih trofi All England, satu-satunya gelar bergengsi yang belum pernah mereka raih.
Dengan hasil ini, peluang Indonesia untuk membawa pulang gelar dari London tinggal tertumpu pada ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir, yang akan ditantang unggulan ketiga dari Korea Selatan, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung.
Adapun bagi Denmark, keberhasilan Paaske/Rasmussen membuat mereka sudah pasti menyabet gelar pada nomor ganda putra karena terjadi all-Denmark final. Paaske/Rasmussen akan menantang unggulan keempat, Mathias Boe/Casten Mogensen, yang sudah lebih dulu meraih tiket partai puncak seusai menang 21-16, 21-16 atas pasangan China, Guo Zhendong/Xu Chen.
Dalam pertarungan di National Indoor Arena Birmingham, Inggris, yang menghabiskan waktu 58 menit, Kido/Hendra tampaknya akan dengan mudah melangkah ke final turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini. Pada set pertama, mantan pasangan Pelatnas Cipayung tersebut langsung melejit jauh meninggalkan lawannya pada kedudukan 10-3. Mereka mengakhiri set ini dengan kemenangan 21-14.
Pada game kedua, situasinya sangat kontras karena Kido/Hendra jarang melakukan serangan. Penampilan yang cenderung defensif ini membuat Paaske/Rasmussen bisa mengambil keuntungan sehingga dengan cukup mudah mengumpulkan poin dan jauh meninggalkan Kido/Hendra. Set ini dimenangkan Paaske/Rasmussen dengan 21-13.
Memasuki set ketiga, pertarungan berlangsung ketat dan seru. Kali ini, Kido/Hendra bermain sangat agresif karena langsung mengambil inisiatif menyerang. Meskipun demikian, lawan justru berhasil meraih matchpoint saat unggul 20-19. Namun, Kido/Hendra bisa menyamakannya untuk memaksa deuce sebelum akhirnya menyerah 21-23.
Denmark dan China pastikan dapat satu gelar
Keberhasilan Paaske/Rasmussen membuat Denmark sudah pasti meraih gelar pada nomor ganda putra. Pada final, mereka akan menghadapi kompatriotnya yang merupakan unggulan keempat, Mathias Boe/Carsten Mogensen.
Di sektor ganda putri, China yang akan membawa pulang trofi karena terjadi all-Chinese final. Pada babak itu terjadi pertemuan antara unggulan utama Du Jing/Yu Yang dan unggulan ketiga Cheng Shu/Zhao Yunlei. Du Jing/Yu Yang menyisihkan rekannya, Pan Pan/Tian Qing, 24-22, 21-10, sedangkan Cheng Shu/Zhao Yunlei menyingkirkan unggulan kedua yang juga rekan mereka, Ma Jin/Wang Xiaoli, dengan 21-17, 21-18.
Denmark dan China masih memiliki peluang untuk menambah gelar pada nomor tunggal putri. Pasalnya, di final nanti terjadi pertarungan antara wakil mereka, yaitu unggulan utama Wang Yihan, dan Tine Rasmussen. Wang Yihan lolos setelah menang 21-17, 26-24 atas kompatriotnya, Wang Xin (unggulan 5), sedangkan Rasmussen menyingkirkan jagoan India yang merupakan unggulan ketujuh, Saina Nehwal, dengan 21-19, 21-17.
source : www.kompas.com