punk in love movie





“Punk in love”…
Ini sebuah film …lihat judulnya kayaknya sama saja dengan jalan cerita film-film garapan Indonesia yang lain. Tapi yang bikin penasaran, film ini awal cerita berasal dari bumi arema Malang..berhubung ada Malangnya jadi tertarik untuk menonton…akan jadi seperti apa. Dengar dari teman, filmnya kocak dan logat Malangnya kental sekali..plus ada umpatan2 khas anak Malang…..apalagi berdasarkan kisah nyata.

So nonton saja daripada mati penasaran…
Awal melihat…agak bingung coz punk kok dangdutan…tapi dilanjutkan saja [kata mamak..tidak boleh menilai sesuatu yang tidak utuh..]
Setelah full melihat film “Punk in love”….kesimpulan “not bad dan ringan menghibur..dan ada nilai positif juga”
Diawali oleh percobaan bunuh diri yang menghebohkan kota Malang [gimana gak menghebohkan..bunuh duru saja di Deprtemen Agama..pengen langsung masuk surga], empat anak Punk, Arok (Vino G. Bastian), Yoji (Andhika Pratama), Mojo (Yogi Finanda), dan Algimira (Aulia Sarah) tanpa pikir panjang memutuskan untuk pergi ke Jakarta untuk menyatakan cinta pada seorang cewek pujaan [maya..pujaan Arok]. Dengan modal hati dan rambut jigrak kebanggaan, perjalanan sepanjang pulau Jawa yang maunya biasa malah jadi luar biasa karena ada kejadian2 yang kocak.
Pake acara Kebanjiran, kejar-kejaran dengan bis maut di sepanjang jalur Pantura, berantem dengan tukang sate, ada sedikit dramatis waktu Mojo kena tetanus [ada acara nangis2an segala]dan seabrek petualangan konyol tapi seru akhirnya dilakoni di sepanjang jalan. Bromo, Cepu, Pati, Semarang, Cirebon, jadi saksi jungkir-baliknya anak-anak Punk ini mempertahankan idealismenya, sekaligus membuka jati diri mereka satu demi satu.
Yang bikin membekas dari film ini:
1.Umpatan khas Malang…[no sensor lagi..hebat bisa lolos..]
2.rambut boleh jigrak tapi hati tetep… dangdut!!!!!...betul kata Project Pop ..”dangdut is the music of my country”….TAREEEEEKKK MANG!!!
3.Kadang kita harus berkompromi dengan idealisme…lebih fleksibel lah tapi tetep lurus {hahaha..jalan tol kale pake lurus}…
4.Solidaritas…susah di cari…
5.Humanity…cos ada kejadian si Mojo kena tetanus tapi gak diterima di klinik..[mencerminkan wajah Indonesia yang hidup digerakkan oleh uang.]
6.Jiwa pemberontak tidak harus dengan kekerasan…intinya pemberontak beriman…hehehe
7.Dan yang terakhir..Punk juga bisa romantic dan menangis…hehe…namanya juga manusia punya rasa dan hati…jangan melihat dari sisi luarnya saja…itu yg terpenting…

Dan yang mengharukan ..film ini didedikasikan untuk Yogi yang meninggal karena kecelakaan. Rest in peace….

Foto: dok. MVP Pictures

2 komentar

Author
avatar

hahahaha....berkali-kali liat ni pelem gak ada bosennya

Reply
Author
avatar

MBAHE ANCOK!!!!...KEREN..KOK ISO NGGAK DISENSOR ..HAHAHA

Reply